Rabu, 31 Januari 2018
assalamu’alaikum wr. wb.
Hari ini saya ingin membagi pengetahuan mengenai DHCP:
1. Perngertian
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol manajemen Jaringan yang digunakan pada TCP / IP.
2. Latar belakang
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang di pakai untuk memudahakan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan.
3. Maksud dan tujuan
-agar pembaca dapat memahami proses kerja DHCP
-agar pembaca dapat mengetahui fungsi DHCP
-agar pembaca dapat mempraktikan cara kerja DHCP
4. Hasil yang didapatkan
-Pembaca dapat memahami dan mempraktikan proses kerja DHCP
B. Alat dan Bahan
-komputer
-mikrotik/router
-koneksi internet
C. Jangka waktu yang di butuhkan
Tergantung dengan tingkat kemampuan pemahaman pembaca
D. Uraian Kegiatan
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang di publikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
- DHCP Server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layananan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya.
- DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
- DHCPDISCOVER
- DHCPOFFER
- DHCPREQUEST
- DHCPACK
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.
DHCP Scope
DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP Client.
DHCP Lease
DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server.
DHCP Options
DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP Client.
Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.
| Nomor DHCP Option | Nama DHCP Option | Apa yang dikonfigurasikannya |
| 003 | Router | Mengonfigurasikan gateway baku dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router. |
| 006 | DNS Servers | Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server |
| 015 | DNS Domain Name | Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi "induk" dari DNS Server yang bersangkutan. |
| 044 | NetBIOS over TCP/IPName Server | Mengonfigurasikan alamat IP dari WINSServer |
| 046 | NetBIOS over TCP/IPNode Type | Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS. |
| 047 | NetBIOS over TCP/IPScope ha | Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama. |
E. Kesimpulan
Dengan mengerti dan menggunakan DHCP maka kita akan mudah dalam menyeting pengalokasian suatu komputer dengan menggunakan DHCP.
Sekian blog yang saya buat semoga dapat menambah wawasan kawan-kawan sekalian, dan terimakasih sudah berkunjung pada blog saya.
Wassalamuallaikum wr. wb.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Mengenai Saya
Pengenalan Proxmox
A. Pendahuluan assalamu’alaikum wr. wb. Hari ini saya ingin membagi pengetahuan mengenai Proxmox: 1. Perngertian Proxmox Vi...


0 komentar